Apalagi dalam kondisi wabah Coid-19 saat ini banyak orang kehilangan mata pencahariannya. Tentunya dengan keberadaan cikal bakal Kampung Koi dapat menjadi salah satu wadah alternatif pemberdayaan ekonomi masyarakat terdampak Covid-19 di Kota Sukabumi.
Selain berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat, keberadaan Kampung Koi juga dapat berkembang menjadi obyek wisata yang mengusung konsep Eduwisata bertema dunia perikanan.
Pembangunan Kawasan terpadu ini sejalan dengan kebijakan pembangunan wilayah yang mengedepankan Pembangunan Tematik Wilayah berdasarkan khas kewilayahan.
“Tidak hanya kampung Koi, kita juga akan bangun kampung ikan lainnya yang ditempatkan di daerah-daerah lain di Kota Sukabumi,” terang dia.
Cecep menambahkan, Untuk bantuan dari BBPBAT Kota Sukabumi sendiri sebanyak 300.000 benih Ikan Koi ukuran 3-5 cm beserta pakannya.
Sedangkan DKP3 Kota Sukabumi melalui UPT Agribisnis Perikanan (BBI Sukakarya) Bidang Perikanan memberikan 106 ekor Ikan Koi Kumpay ukuran 10-15 cm beserta Obat – obatan Ikan.
Penerima bantuan ini diberikan kepada empat Pokdakan yang ada di Kelurahan Limusnunggal Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi yakno, Pokdakan Mina Makmur sebanyak 150.000 ekor benih Ikan Koi, Pokdakan Mina Sejahtera sebanyak 50.000 ekor benih Ikan Koi, Pokdakan Mina Cibitung Baru sebanyak 50.000 ekor benih Ikan Koi dan Pokdakan Mina Karang sebanyak 50.000 ekor benih Ikan Koi. “
Selain mendapat bantuan benih ikan dan pakan, keempat Pokdakan tersebut juga akan mendapatkan pembinaan dan bimbingan teknis tentang tatacara pembudidayaan ikan yang baik mulai dari tahapan pengolahan kolam, tata cara penebaran benih, pemberian pakan dan penanganan hama penyakit ikan dari kami,” imbuhnya.






