Disnaker Kota Sukabumi Susun Renstra 2024-2026

Disnaker Kota Sukabumi
Sejumlah peserta saat mengikuti Renstra yang digelar di Aula Disnaker Kota Sukabumi, Kamis (22/12)

CIKOLE – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Sukabumi, menggelar diskusi grup untuk penyusunan Rencana Strategis (Renstra) 2024-2026. Hal ini, dilakukan sekaligus untuk mengevaluasi Renstra pada tahun sebelumnya agar lebih baik lagi.

Kepala Disnaker Kota Sukabumi, Abdul Rachman mengatakan, ada beberapa program yang harus dilakukan evaluasi karena sulit dilakukan pencapaian.

Bacaan Lainnya

“Ya, Rentra ini dilakukan sesuai dengan amanat Permenddagri setiap daerah yang kepala daerahnya akan berakhir 2023 diharuskan membuat Renstra transisi 2024-2026. Dalam hal ini kami lakukan evaluasi Rentra pada tahun sebelumnya,” kata Abdul kepada Radar Sukabumi, Kamis (22/12).

Abdul menejlaskan, beberapa program yang perlu dievaluasi salah satunya pola penempatan tenaga kerja lantaran sejauh ini sistem yang dilakukan Disnaker hanya mencatat tenagakerja yang melakukan pendaftaran di apilikasi.

Namun, tidak ada catatan para pencari kerja yang berhasil terserap. “Ya ini tentunya akan menjadi evaluasi kami dimana nantinya, disnaker akan mendata semua pencari kerja yang mendaftar di apikikasi hingga penempatan kerjanya dimana saja. Harusnya para oencari kerja kembali menginformasikan ditempatkan dimana, sehingga terdata penyerapannya,” ujarnya.

Menurutnya, penyerapan tenaga kerja kualitas dan kuantitas dari LPK juga belum maksimal. Karena itu, nantinya akan menjadi prioritas Disnaker dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas pelatihan tenaga kerja.

“Dengan begitu, akan jelas berapa yang mengikuti pelatihan dan memiliki sertifikasi. Selain itu kami juga akan meningkatkan koordinasi khususnya dengan Apindo,” bebernya.

Disinggung soal masih banyak angka pengangguran, Abdul membenarkan, masih banyaknya angka pengangguran di Kota Sukabumi salah satunya dampak adanya pandemi Covid-19.

“Sehingga kami hanya bisa menyelenggarakan bursa kerja secara daring, ini juga menjadi salah satu dampak masih banyaknya angka pengangguran. Sebab itu, kami akan memperbaiki sistem apilikasi ketenagakerjaan, yang nantinya diharapkan bisa langsung interaksi antar pencari kerja dengan para pengusaha,” pungkasnya. (bam)

Pos terkait