SUKABUMI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menggandeng Yayasan Tzu Chi Sukabumi, menyemprotkan sekitar 500 liter cairan eco enzyme di Kawasan Dago, balai kota dan sekitarnya.
Hal ini, dilakuan sebagai salah satu bentuk upaya dalam menekan penyebaran Covid-19.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardani menjelaskan, eco enzyme ini merupakan cairan hasil fermentasi campuran antara sampah organik berupa sayuran atau buah-buahan dengan molase atau gula tebu bisa juga aren.
“Cairan ini, bermanfaat untuk menggantikan bahan kimia yang terdapat dalam cairan pembersih serbaguna, hand sanitizer, sabun, detergen, pengharum ruangan serta dapat digunakan sebagai detoksifikasi racun pada tubuh,” jelas Imran kepada Radar Sukabumi, Minggu (22/8).
Tak hanya itu, lanjut Imran, eco enzyme ini juga bisa untuk obat luka bakar, mencegah sariawan, pembasmi hama, memberikan nutrisi pada tanah, mengurangi polusi udara yang menyebabkan menipisnya lapisan ozon, hingga segudang manfaat lainnya.
“Karena itu, kami mencoba menggunakan cairan eco enzyme ini untuk mencegah penularan Covid-19 di Kota Sukabumi,” ujarnya.






