Pemerintah Kota Sukabumi

ASN Pemerintah Kota Sukabumi Wajib Gunakan Batik Produk Lokal

×

ASN Pemerintah Kota Sukabumi Wajib Gunakan Batik Produk Lokal

Sebarkan artikel ini
Pj Wali Kota Sukabumi
Penjabat (Pj) Walikota Sukabumi, Kusmana Hartadji saat menghadiri acara batik di salah satu resto di Kecamatan Cikole

SUKABUMI – Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji menginstruksikan para aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Sukabumi menggunakan batik dari produk lokal Kota Sukabumi setiap hari Kamis. Hal itu merupakan salah satu bentuk dukungan kepada para pengrajin batik, sekaligus melestarikan warisan kebudayaan daerah.

“Kebijakan ini didasarkan pada daya beli dan perekonomian. Salah satunya bagaimana kesadaran masyarakat menggunakan produk UMKM lokal. Diantaranya batik lokal Kota Sukabumi yang banyak,” ujar Kusmana disela-sela memimpil apel pagi perdana Pemkot Sukabumi di Lapang Apel Setda Kota Sukabumi, Selasa (2/1).

Bank bjb Tandamata

Menurut dia, instruksi ini sebuah keharusan bagi sekitar 3 ribu lebih ASV di Pemkot Sukabumi. Ia mengatakan mencintai belum tentu membeli. “Saya harapkan, ke depan mencintai untuk membeli dan memakai produk lokal sebagai bentuk mencintai produk UMKM. Nantinya penerapannya akan dilakukan evaluasi dan memeriksa setiap Kamis,” terangnya.

Ditambahkan Kusmana, bukan hanya batik tapi setiap produk yang digunakan ASN merupakan lokal branded khsususnya Kota Sukabumi. Upaya ini dalam mendukung perkembangan dan kemajuan UMKM lokal Kota Sukabumi.

Sebelumnya, Pj Wali Kota Sukabumi turut menghadiri gelaran Re-Creation Batik Sukabumi-Cianjur, Road To Final Exhibition, akhir tahun 2023 lalu. Di mana kegiatan tersebut merupakan program Pendampingan Batik Fractal-Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) atau rangkaian kegiatan road to Pameran Final Batik Fractal-LPS yang memberikan art experience kepada pengunjung.

Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bagian dari memajukan potensi daerah dan bagian dari disrupsi disegala bidang, terutama digitalisasi bukan lagi pilihan tapi kewajiban. Sebab. Setiap pelaku UMKM harus mempunyai inovasi lebih cepat dan memanfaatkannya, sehingga membantu cara membatik tradisional dengan teknologi.

Dengan kewajiban tidak menghilangkan tradisi yang sudah ada. “Membatik tradisional di bantu design untuk mempermudah teknologi. Bagaimana membuat dari bahan dasar menjadi membuat indah,” pungkasnya. (why)