Pemerintah Kota Sukabumi

APBD Kota Sukabumi 2021, Anggaran Covid Masih Prioritas, SKPD Dipangkas 30 persen

×

APBD Kota Sukabumi 2021, Anggaran Covid Masih Prioritas, SKPD Dipangkas 30 persen

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

RADAR SUKABUMI – Alokasi APBD Kota Sukabumi 2021 nampaknya pemerintah masih fokus terhadap penanganan dampak Covid-19.

Soalnya, hasil penyesuaian perencanaan APBD 2021 yang dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, kegiatan SKPD anggaranya direalokasikan sebesar 30 persen untuk penanganan Covid-19.

Bank bjb Tandamata

“Iya setiap SKPD anggaranya 30 persen untuk penangan Covid-19. Sesuai surat edara Walikota sukabumi,” ujar Kepala Bidang Ekonomi dan Pendanaan Pembangunan pada Bappeda Kota Sukabumi, Yudi Sutriana.

Kondisi ini tentunya berbeda dengan APBD 2020, untuk 2020 ini realokasi anggaran setiap SKPD itu hampir sebesar 70 persen.

“Kita sudah mengasumsikan bahwa kegiatan-kegiatan kita nanti di anggaran APBD 2021, tidak akan sama dengan sumber dana APBD 2020 sebelum refocusing,”katanya.

Namun di samping itu, anggaran dana transfer dari pemerintah pusat mengalami penurunan. Hasil dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) telah mengeluarkan rincian Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) untuk Kota dan Kabupeten se Indonesia.

“Contohnya pada Dana Alokasi Umum (DAU) sebelumnya Pemkot Sukabumi mengasumsi sebesar Rp496 miliar untuk 2021, pada kenyataannya nominal turun hanya mendapat Rp478 miliar. Lalu, dana bagi hasil pajak, kami mengasumsikan Rp61 miliar dan ternyata dapat hanya Rp52 miliar,” jelasnya.

Sampai saat ini pihaknya masih melakukan sinkonrisasi penurunan anggaran dari pusat. Sehingga akan berdampak kepada keterlambatan dalam penyampaian Raperda APBD 2021.

” Untuk draf Raperda 2021 ini agak sedikit terlambat, kita masih sinkronisasi anggaran dari pusat. Begitupun ada penambahan anggaran DID (Dana Insentif Daerah) karena kinerja kita bagus,”ujarnya.

Intinya APBD 2021 itu kata Yudi pemerintah fokus kepada pemulihan ekonomi diberbagai bidang seperti kesehatan, ekonomi dan pendidikan. (bal)