KOTA SUKABUMI

Pemerintah Kota Sukabumi Dorong Penguatan Permodalan Koperasi

×

Pemerintah Kota Sukabumi Dorong Penguatan Permodalan Koperasi

Sebarkan artikel ini
Diskumindag Kota Sukabumi
Para peserta sosialisasi Penguatan Permodalan bagi Koperasi Se-Kota Sukabumi nampak serius mengikuti kegiatan yang digelar di salah satu hotel di Kecamatan Cikole, Selasa (5/11).

CIKOLE – Sebagai upaya mendukung koperasi di Kota Sukabumi, agar dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam memberdayakan ekonomi masyarakat, Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag), menggelar sosialisasi Penguatan Permodalan bagi Koperasi Se Kota Sukabumi di salah satu hotel di Kecamatan Cikole, Selasa (5/11).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Penjabat Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, Kepala Diskumindag Kota Sukabumi, Agus Wawan, serta narasumber dan peserta dari kalangan koperasi se-Kota Sukabumi.

Bank bjb Tandamata

Dalam sambutannya, Pj Walikota Sukabumi Kusmana Hartadji menyoroti pentingnya pengelolaan koperasi yang kuat dan berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan ekonomi masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah membuat kebijakan baru dengan memisahkan urusan koperasi dan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke dalam dua kementerian berbeda. “Langkah ini diambil agar fokus dalam pengembangan dan pemberdayaan kedua sektor ini bisa lebih terarah, sehingga dampaknya signifikan bagi ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Kusmana Hartadji menekankan bahwa pengelolaan koperasi harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.

“Pengurus, pengawas, dan manajemen koperasi harus terbuka, terutama dalam sistem kerja, laporan keuangan, dan hasil pengawasan operasional koperasi,” tambahnya. “Dengan manajemen yang baik, diharapkan koperasi dapat tumbuh sebagai institusi yang terpercaya bagi anggotanya,” sambung dia.

Kusmana menjelaskan, program verifikasi lapangan yang tengah dilakukan pemerintah melalui proses self-declare, bertujuan untuk mengumpulkan data dan melakukan penilaian terhadap koperasi simpan pinjam.

Program ini bertujuan mengidentifikasi apakah koperasi tergolong dalam kategori close loop atau open loop, yang berkaitan dengan jangkauan layanan koperasi tersebut.

Di sisi lain, Pj Walikota Sukabumi mengakui bahwa koperasi saat ini menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia, keuangan, partisipasi anggota, dan daya saing usaha.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Kusmana Hartadji berharap para pengelola koperasi dapat meningkatkan kapasitas mereka, baik dalam keterampilan teknis (hard skills) maupun keterampilan interpersonal (soft skills) yang relevan dalam pengelolaan koperasi.

“Mudah-mudahan, para peserta sosialisasi dapat menyerap ilmu yang disampaikan oleh para narasumber, sehingga mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam praktik nyata,” harapnya.

Menurut dia, koperasi yang sehat adalah koperasi yang memenuhi standar kualitas dari berbagai aspek, seperti permodalan, produktivitas, manajemen, likuiditas, kemandirian, dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Koperasi yang sehat adalah koperasi yang mampu memberikan dampak positif bagi anggotanya dan memiliki daya tahan dalam menghadapi berbagai tantangan,” tegasnya.

Dengan komitmen kuat dari pemerintah dan peningkatan kapasitas para pengelola koperasi, dalam waktu dekat, koperasi di Kota Sukabumi mampu menjadi tulang punggung ekonomi lokal yang tangguh dan terpercaya. (*/why)