Jumyati menekankan bahwa P2RW bukan sekadar program pembangunan fisik, tetapi juga sarana pemberdayaan masyarakat. “Keterlibatan warga dalam perencanaan dan pelaksanaan sangat penting agar hasil pembangunan tepat sasaran dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengelola pembangunan berbasis partisipasi masyarakat. “Selain meningkatkan kualitas infrastruktur, program ini juga memperkuat rasa memiliki warga terhadap hasil pembangunan yang dicapai bersama,” pungkasnya.(bam/d)






