“Sekarang kan kemarau jadi susah buat dapat daun janur yang bagus jadi kebanyakaan yang sudah layu gini kemungkinan akan ramai pembeli saat esok hari saya berjualan sampai malam takbir 24 jam,” jelasnya.
Ia mengungkapkan alasan memilih lokasi di Jalan R.A.Kosasih, Kota Sukabumi karena merupakan jalur lalu lintas yang ramai di lalui kendaraan.
“Disini bagus banyak yang lalu lalang dan saya setiap tahun dari dulu jualan disini udah ada pelanggan tetapi jadi sudah tau kadang-kadang suka ada yang singgah beli atau sekedar tanya harga-harga dan dari dulu juga jualan disini,” terangnya.
Menurutnya, hasil berjualan di Kota Sukabumi, lumayan baik. Jumlah keuntungan lebih sedikit dibandingkan tahun Idul Fitri pada Idul Adha dia mendapatkan omzet Rp1 juta rupiah. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. “Kalau omzet kayanya lebih untungan pada Idul Fitri dibandingkan Idul Adha,” pungkasnya.
Hal senada disampaikan Wawan (42) yang berjualan di Jalan Kota Paris. Pedagang yang juga warga asli Sukaraja ini mengaku penjualan kulit ketupat kurang ramai dibandingkan dengan lebaran Idul Fitri.
“Saya setiap tahun jualannya di area sebelah sini setiap penjual sudah mempunyai lapaknya masing-masing hari ini lumayan pembeli ada yang berdatangan biasanya ramai itu pada malam takbiran,” ucapnya.
(Pkl17/d)




