KOTA SUKABUMI

Pasar Digital Cikundul Tingkatkan IKM Lokal

KOTA SUKABUMI – Keberadaan pasar digital Cikundul yang digagas oleh Generasi pesona Indonesia (GenPI) Sukabumi nampaknya memberikan peningkatan kesejahteraan bagi IKM. Terutama para IKM yang berada di wilayah Kelurahan CIkundul.

“Alhamdulillah setahun lebih pasar digital Cikundul ini berdiri, sangat terasa manfaatnya oleh masyarakat sekitar terutama para IKM yang berjualan disini,” ujar Ketua Genpi Sukabumi, Agus Rustiawandi.

Masyarakat yang tadinya tidak mempunyai lapangan pekerjaan kata Agus dengan adanya pasar digital Cikundul ini mendapatkan lapangan pekerjaan baru. Masyarakat bisa memasarkan makanan prodak lokal yang menjadi ciri khas masyarakat Sunda atau Kota Sukabumi.

” Makanya lokal tersedia disini, seperti Apem Lotek, gorengan, baso, kue ape, gulali rambut nenek, tutut dan lainnya. Apalagi sekarang ini sudah jarang menemukan makanan itu, Semua tersedia disini hasil olahan masyarakat Kota Sukabumi,” ungkapnya.

Komunitas yang dikomandoi Agus ini memberikan dampak positif bagi wilayah sekitarnya. Begitupun sekaligus ikut andil dalam mempromosikan Pemandian air panas Cikundul. “Allhamdulillah masyarakat setiap minggu bisa hadir untuk rekreasi sambil menikmati makanan dan hiburan,” katanya.

Pasar Digital Cikundul yang merupakan pertama di Jawa Barat ini sangat menjadi sorotan daerah lainnya. Lantaran mempunyai keunikan tersendiri, wisatawan asal Sukabumi maupun dari luar daerah bisa merasakan kembali transaksi zaman old. ” Transaksi jual beli pada destinasi baru Kota Sukabumi menggunakan sistem barter,” akunya.

Lanjutnya, sistem transaksi jual beli pada pasar digital ini menggunakan koin yang senagaja dibuat dari kayu. Mulai dari nominal lima ribu hingga sepuluh ribu rupiah. Hal itu dilakukan bertujuan agar wisatawan dapat merasakan kembali suasana berbelanja jaman dulu.

” Konsep jual belinya itu memang jaman dulu, tapi dalam konsep pemasaran pasar ini dilakukan secara digital. Genpi ini bergerak dibidang Promosi pariwisata 80 persen online, dan 20 persen offline,” jelasnya.

Dengan keunikan ini mendapatkan perhatian dari publik terutama para pejabat. Seperti halnya Gubernur Jabar Emil, Istrinya Walikota Bogor, Bima Arya. dan juga penjabat lainnya.

” Alhamdulillah respon mereka bagus, dan mereka ingin mengikuti destinasi wisata seperti ini,” pungkasnya. (bal)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *