SUKABUMI – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi terus menunjukkan komitmennya dalam menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hingga Juni 2025, capaian PAD tercatat meningkat signifikan, yakni sebesar 63 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini juga konsisten dengan tren positif yang tercatat sejak Mei 2025, menjadi sinyal kuat bagi pergerakan ekonomi daerah.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan kabar menggembirakan sekaligus bukti efektivitas strategi yang telah diterapkan pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, PAD kita hingga Juni naik 63 persen. Ini bukan sekadar angka, tapi cerminan dari kerja keras semua pihak yang terlibat. Ini juga menandakan bahwa kita berada di jalur yang benar,” ujar Ayep kepada Radar Sukabumi, Senin (30/6).
Melihat tren tersebut, Pemkot Sukabumi berencana merevisi target PAD tahun 2025 dari semula Rp81 miliar menjadi Rp120 miliar—kenaikan target sebesar Rp39 miliar. Ayep menyatakan optimisme bahwa target ambisius ini dapat tercapai, mengingat tren pertumbuhan yang terus menguat dalam enam bulan terakhir.
“Kita optimistis bisa capai target Rp120 miliar. Langkah-langkah penguatan pengawasan, intensifikasi pajak, serta perluasan sektor-sektor penyumbang PAD terus kita lakukan,” tegasnya.
Ia menambahkan, sinergi antara perangkat daerah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan peningkatan PAD. Beberapa sektor andalan yang menjadi tulang punggung PAD Kota Sukabumi antara lain:
- – Pajak restoran
– Pajak hotel
– Pajak parkir
– Retribusi jasa usaha
– Retribusi pelayanan publik
Menurut Ayep, seluruh capaian akan dievaluasi secara menyeluruh pada laporan akhir Desember 2025. Dari sana akan terlihat seberapa besar realisasi terhadap target yang telah ditetapkan.
“Berdasarkan perencanaan dan performa hingga saat ini, saya yakin kita akan menutup tahun ini dengan capaian PAD yang membanggakan,” pungkasnya. (bam/d)






