KOTA SUKABUMI

Nasi Gila Olahannya Digandrungi Mahasiswa Sukabumi, Susi Raup Omzet Rp25 Juta

×

Nasi Gila Olahannya Digandrungi Mahasiswa Sukabumi, Susi Raup Omzet Rp25 Juta

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Tak hanya kuliner camilan yang tersaji di foodcourt kampus Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), tapi ada juga masakan rumahan. Nah, salah seorang pedagang yang memilih dagangan tersebut adalah Susi.

Wanita berusia 50 tahun membuka stan masakan rumahan di foodcourt kampus UMMI dengan menawarkan lima varian menu masakan. Usaha ini ia tekuni bersama suaminya.

Bank bjb Tandamata

Selama empat tahun terakhir, Susi setia menjual aneka menu makanan, yaitu ayam suwir, tuna mayo, lumpia basah, nasi telur dan, nasi gila yang menjadi menu andalan. Meski nasi telur merupakan menu yang paling sedikit peminatnya, secara keseluruhan penjualan tetap berjalan seimbang.

Susi mengaku memilih menu dagangannya berdasarkan kecintaan dan kemampuannya dalam memasak. “Kalau nggak suka, nggak mungkin dijual,” ujarnya pada Selasa (01/07/2025).

Ia mengaku belajar memasak secara otodidak dengan resep yang ia racik sendiri berdasarkan pengalaman dan feeling. Kemahirannya di dunia kuliner juga didukung oleh latar belakang keluarga yang berkecimpung dalam usaha katering.

Bahan baku untuk memasak diperolehnya dari pasar tradisional dan grosir syariah. Dia sengaja memilih berbelanja dari UMKM lokal untuk menjaga kualitas sekaligus memberdayakan pelaku usaha di sekitarnya. Aktivitas belanja dilakukan setiap sore setelah berjualan dan diolah untuk keesokan harinya.

Saat ini, Susi memilih fokus berjualan hanya di foodcourt UMMI. Ia pernah mengikuti berbagai bazar dan event, namun kini lebih memilih beristirahat di hari libur. Dalam sehari, ia mampu menjual hingga 150 porsi makanan dari kelima menu yang tersedia. Dari usaha ini, Susi meraih omzet rata-rata Rp25 juta per bulan.

Keunikan dagangannya terletak pada keberanian berinovasi dengan bumbu racikan sendiri. Dengan racikan orisinal dan cita rasa rumahan, lapak kecil Susi kini menjadi favorit banyak mahasiswa di Sukabumi, membuktikan bahwa kesederhanaan dan ketekunan mampu mengantarkannya pada kesuksesan. (***)

Penulis: Lintang Dyah Utari, mahasiswa magang Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UMMI