SUKABUMI — Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Lembursitu, berlangsung dengan satu penekanan utama yakni, mengarahkan Kota Sukabumi menuju kemandirian fiskal dalam lima tahun ke depan. Forum ini, menjadi ruang konsolidasi awal bagi pemerintah dan masyarakat untuk merumuskan prioritas pembangunan yang tidak lagi bergantung pada dukungan pusat.
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana mengatakan, Musrenbang tahun ini tidak hanya menampung usulan fisik, tetapi juga menjadi titik balik pembenahan tata kelola pendapatan daerah.
“Daerah harus berani mengoptimalkan sektor-sektor kecil yang selama ini kurang diperhitungkan, namun sebenarnya memiliki potensi besar bagi PAD,” kata Bobby kepada wartawan, Rabu (3/11).
Bobby menyebut, retribusi sampah yang masih terlalu rendah menjadi salah satu indikator lemahnya kontribusi sektor layanan dasar terhadap pendapatan kota.
“Perlunya kesepakatan bersama agar besaran retribusi mencerminkan kebutuhan operasional, tanpa membebani masyarakat secara berlebihan,” ujarnya.
Fokus lain yang disoroti adalah sektor parkir. Selama ini, penerimaan parkir dinilai belum maksimal karena belum dikelola secara profesional. Bobby mendorong opsi keterlibatan pihak ketiga sebagai langkah untuk memastikan penerimaan lebih terukur, transparan, dan bebas dari kebocoran.
“Tata kelola parkir yang modern dapat menjadi sumber pendapatan stabil bagi kota,” ucapnya.
Dalam Musrenbang tersebut, pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi pembangunan. Prestasi yang telah diraih dalam beberapa tahun terakhir harus dipertahankan agar Kota Sukabumi tidak mengalami penurunan kualitas layanan publik.
“Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, tetapi fondasi penentuan arah pembangunan kota dalam satu tahun ke depan,” imbuhnya.
Ia menambahkan, masyarakat memiliki peran penting dalam proses perencanaan. Kemandirian daerah tidak akan tercapai tanpa partisipasi aktif warga dalam pengawasan, pembayaran pajak, dan keterlibatan dalam pembangunan lingkungan. Dengan fokus Musrenbang yang lebih strategis, Pemerintah Kota Sukabumi berharap seluruh elemen masyarakat memahami bahwa arah pembangunan lima tahun ke depan adalah memperkuat fondasi fiskal kota.
“Kemandirian, harus dimulai dari kesadaran kolektif bahwa pembangunan hanya bisa berjalan ketika pemerintah dan masyarakat berjalan dalam ritme yang sama,” tutupnya. (Bam)






