Merasa olahraga itu unik dan memiliki banyak tantangan, Fiskiyya pun mencoba membuat klub komunitas memanah khusus kaum hawa melalui media sosial (Medsos).
Tidak disangka-sangka, ternyata postingan pertamanya tersebut banyak di like dan banyak wanita yang ingin ikut bergabung.
“Kita sudah empat bulan berdiri dan Alhamdulillah setiap harinya ada saja anggota yang ikut gabung,” ujar wanita yang juga aktif di KNPI Jawa Barat ini.
Dikatakannya, tujuan dari terbentuknya komunitas ini Fiskiyya lantaran ingin menghidupkan sunah Rasul salah satunya olahraga panahan serta untuk memberdayakan masyarakat yang lebih cerdas.
Olahraga memanah yang dilakukan komunitas ini pun tak hanya untuk sekadar mengisi waktu luang. Akan tetapi sejumlah prestasi telah diraihnya saat mengikuti kejuaraan memanah Sukabumi bulan lalu banyak manfaatnya.
“Yaitu menyeimbangkan kekuatan otak dan fisik,”ujarnya.
Sehingga olahraga ini bisa dijadikan sarana untuk menjadikan wanita yang tangguh.
Selain itu, ada manfaat lain saat memanah seperti dapat melatih emosi dan fisik untuk meletakkan target pada sasaran. Memanah sangat menitik-beratkan keseimbangan tubuh.
“Jika pemanah emosinya tertekan, maka panahan amat mudah tersasar,”paparnya.
Secara tidak langsung, olahraga ini melatih manusia untuk tenang dan menstabilkan emosi. Individu yang tidak tenang, ceroboh, pemarah, kurang sabar atau kurang sehat mentalnya tidak akan menjadi pemanah yang baik.
Perbuatan melenturkan anak panah di busurnya, kemudian melepaskannya perlu satu kekuatan fisik, olahraga ini juga satu latihan holistik kepada diri seseorang dari segi fisik dan mental.
“Harapannya olahraga ini kembali berkembang, karena dalam prestasi olahraga panahan ini, atlet srikandi panahan indonesia pernah mengharumkan nama bangsa di ajang kejuaraan nasional,” pungkasnya.
(wdy)



