MUI Kota Sukabumi Ajak Warga Lakukan Salat Gerhana, Hendaknya Jadi Renungan

Ketua Umum MUI Kota Sukabumi Aab Abdullah saat diwawancara
DIWAWANCARA: Ketua Umum MUI Kota Sukabumi Aab Abdullah saat diwawancara Radar Sukabumi, Selasa (8/11).(FT: BAMBANG/RADARSUKABUMI)

SUKABUMI — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, mengajak umat Islam untuk melakukan Salat Gerhana pada saat berlangsungnya gerhana bulan total (GBT) yang diprediksi akan terjadi pada Selasa (8/11).

Ketua Umum MUI Kota Sukabumi Aab Abdullah mengatakan, GBT ini diprediksi bakal mulai pada pukul 17.16.19 WIB hingga pukul 20.57 WIB.

Bacaan Lainnya

“Karena itu, kami mengajak umat Islam untuk melakukan Salat Gerhana. Fenomena alam ini hendaknya menjadi renungan bagi umat Islam untuk mendekatkan diri pada Allah SWT,” kata Aab kepada Radar Sukabumi, Selasa (8/11).

Lanjut Aab, fenomena alam langka tersebut merupakan tanda kekuasaan Allah SWT. Karena itu, umat Islam senantiasa dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaannya dengan melihat tanda-tanda kekuasaan Allah SWT.

“Saya menghimbau umat Islam untuk menggunakan kesempatan ini untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan pada Allah SWT. Salat Gerhana ini dapat dilakukan disetiap daerahnya masing-masing,” ujarnya.

Aab menjelaskan, Salat Gerhana dua rakaat diawali dengan niat dan takbiratul ihram dilanjutkan dengan membaca doa iftitah, membaca Surah Al Fatihah, membaca surah selain Al Fatihah dengan cara dijaharkan (dilantangkan suaranya, bukan lirih), rukuk dengan membaca tasbih, dan i’tidal (bangkit dari rukuk).

“Setelah i’tidal pertama tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah dan surah lain,” jelasnya.

Berdiri kedua lebih singkat dari pertama dan dilanjutkan dengan rukuk kedua yang lebih pendek dari rukuk sebelumnya, i’tidal, sujud yang panjangnya sebagaimana rukuk, duduk di antara dua sujud, sujud kembali, lalu bangkit dari sujud dan mengerjakan rakaat kedua.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *