“Kalau dari keterangan mereka, HP didapat dari keluarganya saat membesuk. Padahal jika mau, mereka bisa berkomunikasi melalui wartel yang disediakan,” katanya.
Ditengah keterbatasan personil yang dimiliki di Lapas, Alvianto selalu berkomitmen untuk mendorong penertiban dan pengawasan terhadap napi akan ditingkatkan. Supaya, kejadian seperti pekan lalu tidak terulang kembali di lapas.
“Petugas kita hanya berjumlah 56, sementara harus mengamankan 458 orang napi. Tentunya harus lebih ekstra dan terus menekan angka masuknya barang-barang yang dilarang di lapas,” tambahnya.
Kendati begitu, Alviantino optimis kedepan penambahan petugas akan terjadi. Dimana, dari kebutuhan yang diperlukan untuk memaksimalkan kemanan lapas sekitar 20 hingga 25 orang sangat diperlukan.
“Keterbatasan personil seperti saat ini, itu rawan terjadi masuknya barang. Namun, kami akan tetap berusaha untuk memaksimalkan dan memperketat pemeriksaan pada saat kunjungan, pulang sidang dan masuk kamar-kamar lapas,” pungkasnya. (sbh)





