“Sejak saya masuk tahanan di Lapas Tanjung Gusta Medan, saya sempat berfikir balik dengan kejadian dialami. Setelah dipindah ke Rutan Polda Metro saya bertemu dengan Ali Imran berdiskusi tentang arah hidup kami. Bahkan sebelum saya keluar sempat bertemu Umar Patek berdiskusi terkait dengan pola hidup yang baik dan benar,” ucap dia menambahkan.
Selama dalam masa pertaubatan di dalam tahanan itu Robi perlahan sadar. Ia tidak bisa melihat bagaimana saat sang istri melahirkan dan sang ibu meninggal dunia. Perlahan Robi sadar dan menyesali apa yang ia perbuat. Sampai kemudian ia bebas pada tahun 2017 lalu.
“Dari situlah awal mula titik kembali saya sadar, mulai bertemu dengan Ali Imran, Umar Patek dan peristiwa yang menimpa keluarga. Mungkin itu semua teguran, hingga akhirnya saya bertekad kembali ke pangkuan NKRI dan untuk menjalani hidup seperti layaknya biasa,” katanya.
Dalam momentum HUT ke-76 RI ini Rubi mengajak kepada semua anak bangsa untuk saling menghormati, dan bergandengan tangan dalam perbedaan. “Kita sudah saatnya untuk kembali bergandengan tangan antar anak bangsa, tidak ada perpecahan, akibat perbedaan akidah,” ujarnya.






