“Angka pencapaian Kota Sukabumi tersebut adalah capaian prosentase Universal Health Coverage tertinggi ke-7 di Kedeputian Wilayah Jawa Barat, dengan komposisi peserta Penerima Bantuan Iuran Anggaran Belanja Negara (PBI APBN) sebanyak 127.686 jiwa (35,9 persen), Peserta Penerima Upah (PPU) sebanyak 111.678 jiwa (31,4 persen), Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) sebanyak 54.165 jiwa (15,3 persen), Peserta Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja Yang Didaftarkan Oleh Pemerintah Daerah (PBPU dan BP PEMDA) sebanyak 36.090 jiwa (10,1 persen), dan Peserta Bukan Pekerja (BP) sebanyak 9.849 jiwa (2,8 persen). Pencapaian yang dapat menjadi motivasi untuk Pemerintah Daerah lainnya untuk segera mencapai Universal Health Coverage, khususnya di Provinsi Jawa Barat.” tambah David.
Sementara itu Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi mengungkapkan, sudah menjadi tanggung jawab dan komitmen untuk mendukung Program JKN melalui perluasan kepesertaan JKN di Kota Sukabumi, sebagai upaya mengoptimalkan pelaksanaan program JKN di wilayah Kota Sukabumi.
“Terjaminnya seluruh lapisan masyarakat untuk mendapatkan akses dan manfaat dari jaminan kesejahteraan di bidang kesehatan melalui program JKN ini adalah salah satu tujuan utama tercapainya Cakupan Kepesertaan Semesta atau Universal Health Coverage.” ungkap Fahmi
Fahmi menambahkan, bahwa keberhasilan pelaksanaan Program JKN di Kota Sukabumi sangat didukung oleh peran seluruh jajaran Pemerintah Daerah Kota Sukabumi, melalui instansi – instansi terkait khususnya selalu mengupayakan peningkatan kualitas dalam memberikan pelayanan yang terbaik di fasilitas kesehatan, baik itu tingkat pertama ataupun tingkat lanjut.
“Semoga pencapaian Universal Health Coverage Kota Sukabumi ini menjadi pemicu semangat seluruh stakeholder di Kota Sukabumi, dengan peran dan tugasnya masing – masing bersama- sama menyukseskan penyelenggaraan program JKN,” pungkasnya. (*/wdy)






