Olan menyayangkan jika dualisme masih terjadi karena hanya mempersempit ruang gerak pemuda dalam berkontribusi. “Kalau terpecah, energi kita habis untuk konflik. Padahal seharusnya fokus pada karya dan kontribusi nyata,” ucapnya.
Ia mengajak seluruh elemen pemuda di Kota Sukabumi kembali pada semangat awal, yakni membangun kebersamaan demi kepentingan yang lebih besar. “Harapannya, kita bisa menjaga keutuhan dan kedamaian. Kepentingan bersama jauh lebih penting daripada kepentingan individu,” pungkasnya.(ris/d)






