SUKABUMI — Departemen Geografi Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI), kembali menggelar kuliah kerja lapangan 1 di enam kelurahan Kota Sukabumi.
Kegiatan yang digelar sejak 27 sampai 31 Oktober 2024 ini, diselenggarakan di Kelurahan Subangjaya Kecamatan Cikole, Kelurahan Kelurahan Sukakarya Kecamatan Warudoyong, Kelurahan Cikundul Kecamatan Lembursitu, Kelurahan Baros Kecamatan Baros, Kelurahan Karangtengah Kecamatan Gunungpuyuh, dan Kelurahan Gedongpanjang Kecamatan Citamiang.
Ketua Departemen Geografi FMIPA UI, Prof. Dr Supriatna mengatakan, terdapat sebanyak 128 mahasiswa dengan 6 dosen pembimbing dan 3 asisten dosen mengikutu kegiatan kerja lapang dengan membuat peta desa Digital di Desa Tamansari, Cicareuh dan Desa Neglasari. “Kegiatan ini akan menghasilkan peta-peta tematik digital yakni, Peta Geologi, Peta Ketinggian, Peta Lereng, Peta Bentuk Medan, Peta Geomorfologi, Peta Hidrologi, Peta Tanah, Peta Penggunaan Lahan dan titik penting. Selian itu, juga dapat menghasilkan laporan berupa buku potensi desa. Hasil ini, akan diserahkan kepada kepala lurah masing-masing setelah dianalisis pada Desember 2024 mendatang,” kata Supriatna kepada wartawan, Kamis (31/10).
Bukan hanya itu, hasil kegiatan ini juga akan disampaikan ke Bappeda Kota Sukabumi. Adapun, peta digital tersebut dapat diaplikasikan melalui smart phone dan dapat mengupdate secara langsung di lapangan kondisi terkini seperti, lokasi koordinat, data lapamgan dengan foto dokumentasi. “Peta-peta tersebut dibuat di kampus sebagai bahan awal untuk ke lapangan, kemudian dicek di lapangan mulai 27 sampai 31 Oktober 2024 di enam kelurahan. Khusus peta Penggunaan Lahan dibuat Peta Skala 1:5.000 yang bersumber dari Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT) tahun 2022,” paparnya.
Peta Penggunaan Lahan selain diupdate di lapangan, ditambahkan titik-titik penting (point of interest) seperti toko, warung, sekolah, masjid dan lain sebagainya. Kegiatan mahasiswa di lapangan adalah mengambil sampel seperti, batuan, mengidentifikasi patahan lapisan batuan, jenis tanah, mengidentifikasi bentuk medan atau gemorfologi, debit sungai, kualitas air permukaan atau sungai dan air sumur maupun air tanah, mengidentifikasi penggunaan lahan dan titik penting, serta wawancara dengan masyarakat. “Kegiatan keempat yang diadakan di Cikidang Resort (Club House) adalah penanaman pohoh serentak untuk peresmian Taman Geografi FMIPA UI di Cikidang Resort (Club House). Dari empat kegiatan ini, sebagai awal Kerjasama FMIPA UI dengan Cikidang Resort akan banyak program MBKM mahasiswa Universitas Indonesia di wilayah Cikidang Resort dan sekitarnya,” cetusnya.
Sementara, hasil dari lapangan pada malam harinya dilakukan pengetesan sampel yang dibawa ke basecamp, perbaikan peta-peta dengan menggunakan software sistem informasi geografis (SIG) dan menghitung dan menyusun data hasil lapangan. “Di basecamp juga dilakukan presentasi internal di setiap kelurahan,” ucapnya.
Presentasi akhir setiap kelurahan yang dimoderatori Dra Astrid Damayanti dilakukan di Kampus Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) yang dihadiri Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayah Bappeda Kota Sukabumi Frendy Yuwono, Dosen Fakultas Sains dan Teknologi, UMMI Haadi Kusumah dan para lurah perwakilan di enam kelurahan tersebut. “Topik diskusi yang menarik adalag masalah kebencanaan, yaitu tentang megatrust dan longsor,” cetusnya.
Sementara itu, CEO Cikidang Resort (Club House), Dhanny Handoko berharap, dengan kegiatan mahasiswa tersebut dan program MBKM dapat meningkatkan potensi desa yang ada di sekitar Kecamatan Cikidang. “Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat mendongkrak potensi desa,” harapnya. (Bam)






