Kasus Kebakaran di Kota Sukabumi Masih Tinggi

Sejumlah petugas Damkar Kota Sukabumi saat berupaya memadamkan api
EVAKUASI: Sejumlah petugas Damkar Kota Sukabumi saat berupaya memadamkan api di wilaayh kerjanya, belum lama ini.

SUKABUMI – Damkar pada Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi, memyebutkan kasus kebakaran hingga saat ini masih tinggi. Terbukti, dari data yang tercatat terhitung Januari hingga September 2022 terdapat sebanyak 35 kasus kebakaran. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Kabid Damkar dan Penyelamatan Dinas Satpol PP Kota Sukabumi, Sudrajat mengatakan, kasus kebakaran tersebut terjadi hampir merata di setiap kecamatan. Namun, paling tinggi terjadi di daerah padat penduduk seperti Kecamatan Cikole, Gunungpuyuh dan beberapa kecamatan lainnya. “Alhamdulillah dari 35 kejadian kebakaran ini kami belum menerima adanya laporan korban meninggal,” kata Sudrajat kepada Radar Sukabumi, Selasa (4/10).

Bacaan Lainnya

Sudrajat merinci, kejadian kebakaran yang terjadi di Kota Sukabumi, pada Januari ada enam kejadian, lima Februari, tiga Maret, dua April, lima Mei, satu Juni, delapan Juli, dua Agustus dan dua kali terjadi pada September. “Jika melihat dari data yang ada, kasus kebakaran paling tinggi terjadi pada Juli lalu,” ujarnya.

Menurutnya, adapun kasus kebakaran terbesar terjadi pada September lalu yakni, terjadi di Pasar Lettu Bakri. Akibatnya, ratusan lapak dan puluhan toko ludes terbakar.

“Paling besar diantara dua tahun ini pasar itu (Pasar Lettu Bakri). Kerugian kita tidak bisa menghitung karena lahan pokok dan dagangannya berbeda, ada berbagai macam dagangan,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *