SUKABUMI — Sebanyak 30 kader Posyandu di Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas dalam pencegahan dan penanganan stunting, Senin (23/6).
Lurah Sindangsari, Yunan Ananda mengatakan, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam memperkuat pengetahuan dan keterampilan para kader Posyandu. Pasalnya, Kelurahan Sindangsari saat ini tengah menangani 11 kasus stunting yang sedang dalam proses pemulihan.
“Kami pernah mencapai zero stunting, namun saat ini ada 11 kasus yang terus kami dampingi. Alhamdulillah, kondisinya mulai membaik. Kami optimis bisa kembali ke zero stunting pada tahun 2026,” kata Yunan kepada wartawan.
Yunan menyebutkan, pelatihan ini diikuti oleh kader dari delapan Posyandu yang tersebar di wilayah kelurahan, dan disertai dengan pemberian bantuan berupa speaker portable untuk menunjang kegiatan penyuluhan. “Selain pelatihan, Kelurahan Sindangsari juga rutin mengadakan sosialisasi tentang pentingnya sanitasi yang layak sebagai langkah pencegahan stunting,” bebernya.
Sementara itu, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki mengapresiasi dan memberikan dukungan penuh terhadap upaya pemberantasan stunting di tingkat kelurahan.
“Pada tahun 2026 mendatang, Pemerintah Kota Sukabumi akan menaikkan anggaran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari Rp500.000 menjadi Rp750.000 per Posyandu. Anggaran ini cukup untuk menyediakan menu bergizi seperti telur, pisang, dan kacang hijau. Makanan ini penting untuk menunjang pertumbuhan anak-anak,” ucapnya.
Ayep menegaskan, jika suatu Posyandu sudah bebas dari kasus stunting, maka anggaran yang ada tetap bisa dimanfaatkan sebagai kas untuk antisipasi apabila kasus baru muncul. “Kita tidak boleh lengah. Stunting bisa muncul kembali jika pencegahan tidak berkelanjutan,” tegasnya.






