“Bisa saja pencaker yang sebelumnya belum tersalurkan tidak melapor kepada kami setelah mendapat kerja, atau kemungkinan kedua yakni memang benar-benar berkurang,” ujarnya.
Walaupun demikian, target pengurangan angka pengangguran di Kota Sukabumi dianggap berhasil. Setiap tahunnya selalu melebihi bahkan telah melampaui target yang diharapkan.
Selain menyalurkan pencaker ke dunia kerja, Disnaker juga mengurangi jumlah pencaker dengan cara melakukan pelatihan dan bimbingan wira usaha muda, agar para pencaker tidak selalu berpatokan pada dunia kerja.
“Kami juga tekankan kepada semua pencaker, khususnya yang kami latih dan bimbing, supaya tidak selalu berpatokan untuk menjadi pekerja atau buruh saja, melainkan diarahkan untuk berwirausaha,” ujarnya.
Untuk mengurangi jumlah pencaker, lanjut Iyan, Disnaker tidak hanya bertumpu kepada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi, namun memanfaatkan berbagai peluang dan kesempatan, baik yang bersumber dari kementrian ataupun Pemerintah Provinsi,” pungkasnya.
(upi/d)





