Tak hanya supir, kata Aep, layanan gratis pada prakteknya banyak dari pedagang sekitar terminal terutama para ibu yang ikut layanan kesehatan gratis. Bahkan marsyarakat sekitar terminal karena tidak dilarang dan merasa ada keluhan soal kesehatan turut mengikuti program tersebut dengan gratis.
“Warga masyarakat dekat terminal pun diperbolehkan menikmati layanan kesehatan ini. Apalagi kalau merasa ada keluhan penyakit, semua kita siapkan, dokter maupun obat sesuai penyakit yang diderita,” bebernya.
Menariknya meski program itu seringkali terkonsentrasi di terminal angkutan umum, layanan kesehatan gratis Jasa Raharja bisa dinimkati oleh masyarakat dengan lokasi yang diinginkan.
Hanya saja, untuk melaksanakannya, masyarakat diminta untuk memberikan surat pengajuan lebih dulu.
Dengan begitu, pihak Jasa Raharja akan mendatangi lokasi yang diajukan. “Untuk saat ini, memang layanan gratis selalu dilokasi terminal. Tapi jika masyarakat mau di fasilitasi oleh kita, tinggal ajukan saja, nanti kita akan buka dilokasi yang diinginkan,” tandas Aep.
Proses pengajuan layanan kesehatan jenis ini harus dilakukan dengan waktu yang cukup. Artinya proses yang ditempuh jika masyarakat menginginkan layanan tersebut tidak boleh mendadak. “Karena saat ini masih fokus diterminal, jika masyarakat mau boleh ajukan sekarang dengan catatan tidak boleh mendadak,” ungkapnya.
Sementara itu salah seorang sopir angkutan umum Dodih (32) mengaku program rutin yang dari Jasa Raharja ini dirasakan sangat membantunya. Terlebih lagi ditengah mahalnya biaya pengobatan serta lambannya mendapatkan pelayanan karena harus mengantri terlebih dahulu.
“Saya tidak harus berobat jauh.
Jadi penyakit darah tinggi dan lambung bisa diperiksa disini. Apalagi tim dokter yang diterjunkan pada program tersebut terbilang cukup komplit karena dari berbagai keahlian” ungkap
Dodih. (sbh/t)




