Janda Bolong Merambah Kota Sukabumi ?

  • Whatsapp
Salah seorang penjual tanaman hias di Kecamatan Warudoyong saat memparlihatkan janda bolong lokal.

SUKABUMI — Monstera Adansonii Variegated alias janda bolong jenis tanaman hias yang digadang-gadang mencapai Rp15 juta ini belum merambah di Kota Sukabumi. Adapun, jenis janda bolong lokal hanya dibandrol seharga Rp15 ribu sampai Rp20 ribu.

Salah seorang penjual tanaman hias di Jalan Pasundan, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Prisukmawijaya (45) mengaku di lapaknya hanya menyediakan tanaman jenis janda bolong lokal lantaran janda bolong yang berasal dari luar negeri itu harganya saat ini sangat tinggi.

Bacaan Lainnya

“Janda bolong lokal ada harganya juga hanya Rp15 ribu sampai Rp20 ribu saja. Tapi untuk yang janda bolong yang asalnya dari luar negeri itu harganya bisa mencapai Rp20 juta,” kata Prisukmawijaya kepada Radar Sukabumi, Senin (27/7).

Menurut Prisukmawijaya, sepengetahuannya di Kota Sukabumi nampaknya janda bolong ini belum merambah lantaran harganya cukup pantastis.

“Ya, setau saya di Kota Sukabumi belum ada jenis tanaman janda bolong yang saat ini ramai diperbincangan karena harganya yang tinggi,” ungkapnya.

Lanjut dia, sesuatu bisa bernilai jual tinggi karena estetikanya seperti Monstera tersebut. Tanaman hias ini, memiliki khas pada daunnya yang unik dan warna hijau mengilap yang ditampilkannya.

“Bagi para pecinta tanaman harga Rp15 juta itu bukanlah harga yang mahal. Sehingga tidak heran kalau tanaman yang satu ini banyak dicari, ke lapak saya saja sudah beberapa orang menanyakan tanaman itu. Tapi kami tidak menyediakannya, yang aada hanya ada janda bolong lokal,” ucapnya.

Prisukmawijaya menambahkan, tidak menutup kemungkinan jika peminatnya banyak di Kota Sukabumi pun bakal banyak lapak penjual bunga hias yang menyediakan janda bolong tersebut.

“Tapi sejauh ini belum terlihat peminatnya sehingga para penjual pun belum ada yang menyediakan tanaman tarsebut. Tapi kalau sudah banyak peminatnya, saya yakin akan banyak yang menyediakan tanaman tersebut,” pungkasnya. (bam)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *