Jalan Provinsi Jabar di Sukabumi Mirip Kubangan Kerbau

Ruas Jalan Palabuha II, Kecamatan Lembursitu Sukabumi
Ruas Jalan Palabuha II, Kecamatan Lembursitu, kondisinya rusak parah, Kamis (16/2).

LEMBURSITU – Kondisi ruas Jalan Pelabuhan II tepatnya di Kelurahan/Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, memprihatinkan.

Bagai mana tidak, jalan yang berstatus Provinsi Jawa Barat ini sudah lama kondisinya rusak parah. Dampaknya, tidak sedikit pengendara khususnya roda dua nyaris terlibat kecelakaan lalu lintas.

Bacaan Lainnya

Dari pantauan Radar Sukabumi, sejak Jembatan Cipelang yang merupakan perbatasan Kota dan Kabupaten Sukabumi hingga sebelum SPBU Lembursitu banyak ditemukan lubang dengan diameter cukup besar menganga di badan jalan. Ironisnya, jika turun hujan lobang tersebut nampak persis kubangan kerbau.

“Kerusakan jalan ini sudah terjadi kurang lebih satu tahun, kalau turun hujan sudah mirip kubangan kerbau dan jika musim kemarau kondisinya berdebu hingga mengganggu pernapasan,” keluh salah seorang warga Tegalega, Kelurahan Lembursitu, Rio Adhitiya (28) kepada Radar Sukabumi, Kamis (16/2).

Rio mengaku, geram saat melintas Jalan Pelabuhan II tersebut karena selain rusak juga kondisinya kerap banjir disertai lumpur. Hal ini, membuat pengendara yang melintas harus ekstra waspada.

“Saya saja sudah beberapa kali nyaris kecelakaan akibat terperosok lubang yang banyak terdapat di badan jalan. Apalagi kalau turun hujan dan malam hari, lubangnya tidak nampak karena digenangi air. Hal itu, sangat membahayakan pengendara,” cetusnya.

Warga menilai, kerusakan jalan terjadi selain akibat banyaknya kendaraan bermuatan juga buruknya kondisi drainase sepanjang Jalan Palabuhan II. Akibatnya, setiap turun hujan dipastikan air meluap hingga membanjiri badan jalan.

“Bagai mana tidak rusak, setiap hari banyak kendaraan berumuatan berat melintas. Selain itu, sistem drainasenya juga tidak berpungsi baik sehingga kerap membanjiri jalan,” bebernya.

Hal senada dilontarkan warga lainnya, Susi (30) juga mengaku sempat nyatris kecelakaan di ruas jalan tersebut.

“Saat itu, saya melintas pada malam hari dan kondisinya minim penerangan jalan sehingga lobang tidak nampak terlihat dan kendaraan saya terperosok ke lubang. Beruntung, tidak sampai jatuh,” timpalnya.

Warga berharap, pemerintah dapat segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Ya, pemerintah jangan sampai slow respon karena itu menyangkut keselamatan pengendara. Jangan sampai menunggu banyak korban,” harapnya. (bam)

Pos terkait