SUKABUMI — Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi, mulai merealisasikan 196 pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sejak 22 Juli 2024 lalu. Alhasil, hingga saat ini progres pengerjaan mulai dari 31 hingga 70 persen.
Dari informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, pembangunan Rutilahu yang bersumber dari Bantuan Provinsi (Banprov) Jabar dengan anggaran srbesar Rp3.920.000.000 tersebut, tersebar di enam kelurahan. Diantaranya, 20 unit di Kelurahan Cipenangah, 20 Sindangpalai, 20 Nanggeleng, 20 Benteng, 96 Citamiang dan 20 unit di Kelurahan Selabatu.
“Alhamdulillah sejak mulai direalisasikannya pembangunan sampai saat ini progresnya ada yang dari 1 hingga 30 persen dan 31 hingga 70 persen pengerjaan,” ungkap Kabid Perumahan dan Pemukiman DPUTR Kota Sukabumi, Rinaldy Adzany melalui Koordinator Pasilitator Pepen Suhendi kepada Radar Sukabumi, Senin (12/8).
Suhendi menjelaskan, pembangunan Rutilahu per unitnya mendapatkan gelontoran anggaran secara merata yakni sebesar Rp20.000.000 sehingga jika ditotalkan mencapai Rp3.920.000.000. “Adapun, target pengerjaan pembangunan Rutilahu ini harus selesai 100 persen pada Oktober 2024 mendatang,” bebernya.
Lanjut Suhendi, partisipasi masyarakat terhadap pembangunan Rutilahu ini cukup baik. Pasalnya, hampir semua keluarga penerima manfaat mendukung dan memberikan sumbangsih baik materi maupun tenaga.
“Partisipasi masyarakat sejauh ini cukup baik. Karena, kami juga dari jaub hari sudah mewanti-wanti agar dapat berpartisipasi dalam proses pembangunan. Bahkan, kami sudah mengumpulkan RT dan RW nya untuk mensuport pembangunan ini,” bebernya.
Disinggung kendala, Suhendi mengaku, tidak ada kendala yang dapat menghambat proses pengerjaan. Terlebih, cuaca saat ini sangat mendukung karena dalam masa kemarau.
“Kendala memang berpariasi tetapi bisa diatasi dengan baik sehingga tidak sampai menghambat proses pengerjaan. Semoga pembangunan bisa diselesaikan sesuai target yang sudah ditentukan,” pungkasnya. (Bam)






