DPUPR juga akan terus melakukan evaluasi dan pemantauan terhadap fasilitas yang telah direhabilitasi, guna memastikan keberlanjutan dan efektivitas program. Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga akan diperkuat melalui kerja sama lintas sektor, termasuk dengan kelurahan dan kader lingkungan.
Dengan adanya program ini, Pemkot Sukabumi berharap dapat menekan angka penyakit berbasis lingkungan, seperti diare, infeksi saluran pencernaan, dan penyakit kulit, yang kerap muncul akibat sanitasi yang buruk.
“Semoga rehabilitasi ini benar-benar membawa dampak positif bagi kesehatan lingkungan dan menjadi langkah awal menuju Kota Sukabumi yang lebih sehat dan berdaya saing,” pungkas Sony.(bam/d)





