KOTA SUKABUMI

Grand Permata Hijau Bangkitkan Gairah Hospitality Sukabumi

×

Grand Permata Hijau Bangkitkan Gairah Hospitality Sukabumi

Sebarkan artikel ini
DIWAWANCARAI: Direktur Grand Permata Hijau, Audrey Clarissa saat diwawancara sejumlah media, Rabu (9/7).((FT: BAMBANG/RADARSUKABUMI))
DIWAWANCARAI: Direktur Grand Permata Hijau, Audrey Clarissa saat diwawancara sejumlah media, Rabu (9/7).((FT: BAMBANG/RADARSUKABUMI))

SUKABUMI — Di tengah tantangan ekonomi dan belum rampungnya pembangunan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) hingga ke pusat kota, semangat untuk membangkitkan sektor pariwisata dan perhotelan tetap menyala. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Grand Permata Hijau, hotel legendaris yang kini hadir dengan wajah baru dan semangat segar dalam memberikan layanan hospitality terbaik di Sukabumi.

Direktur Grand Permata Hijau, Audrey Clarissa, menyampaikan bahwa hotel ini kini mengusung konsep “home away from home” dengan fokus utama menciptakan kenyamanan yang otentik dan hangat. Filosofi ini, menurutnya, sejalan dengan makna nama Sukabumi itu sendiri—sumber kebahagiaan.

Bank bjb Tandamata

“Ketika orang datang ke Sukabumi, kami ingin mereka merasa seperti pulang ke rumah, bukan sekadar menginap. Karena sejak dahulu, Permata Hijau dikenal dengan keramahtamahannya. Itulah yang kami hidupkan kembali hari ini,” ujar Audrey saat diwawancarai sejumlah media, Rabu (9/7).
Untuk mendukung konsep tersebut, Grand Permata Hijau kini dilengkapi dengan fasilitas unggulan seperti Jade Restaurant dan Aurora Grill Sky and Cafe. Kedua tempat ini menyajikan kuliner khas dengan standar tinggi, menyasar wisatawan yang terbiasa dengan kualitas rasa dan pelayanan premium, terutama dari Jakarta dan sekitarnya.

“Begitu tiba di Sukabumi, kami ingin tamu langsung bisa relief dari stres. Capek perjalanan terbayar dengan kamar nyaman, makanan enak, fasilitas lengkap bahkan untuk yang membawa bayi. Itulah pengalaman menyeluruh yang kami siapkan dari A sampai Z,” jelas Audrey.

Namun Grand Permata Hijau bukan sekadar bisnis. Hotel ini adalah warisan keluarga yang sarat nilai sejarah. Berdiri sejak tahun 1980, hotel ini dirintis oleh sang nenek (Oma) dari hanya lima kamar, dibangun dengan penuh ketekunan dan perjuangan. Audrey mengenang bagaimana sang nenek membeli tanah sedikit demi sedikit, bahkan mencicil 10 hingga 20 meter demi mewujudkan impiannya.

Setelah sang ibu melanjutkan pembangunan bagian depan hotel, kini Audrey bersama sang kakak, dr. Maudy, mengambil tongkat estafet. Mereka merancang pembangunan gedung baru hingga tujuh lantai sebagai bagian dari proses rebranding menuju Grand Permata Hijau.

“Banyak yang bilang, bangun hotel tujuh lantai di Sukabumi terlalu ambisius. Tapi kami percaya, kalau mau bikin sesuatu, lakukan sepenuh hati. Kami ingin mengangkat lagi standar baru industri perhotelan di sini,” tegasnya.