DPRD Minta Pemkot Sukabumi Jaga Stabilitas Kebutuhan Masyarakat

Faisal Anwar Bagindo
Anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi, Faisal Anwar Bagindo

CIKOLE— Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi, meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk bisa menjaga stabilitas harga termasuk ketersediaan bahan pokok penting (Bapokting) jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah.

Sebab, tingginya permintaan masayarakat menjelang lebaran menjadi salah satu faktor penyebab tingginya harga-harga di pasaran.

Bacaan Lainnya

“Saya minta Pemkot Sukabumi melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindustrian dan Perdagangan (Dikumindag) setempat harus mampu menjaga ketersediaan sembako untuk memenuhi kebutuhan hari raya idul fitri nanti,” ujar anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi, Faisal Anwar Bagindo kepada awak media, Rabu (20/4).

Faisal juga mengakui, jika saat ini berbagai Bapokting sudah mulai megalami kenaikan harga, seperti, daging ayam boiler semula Rp37 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram, kemudian daging sapi yang saat ini dibandrol sekitar Rp140 ribu perkilogram, bawang merah jawa dari Rp30 ribu menjadi Rp36 ribu perkilogram, dan Telor ayam dari Rp24 ribu menjadi Rp25 ribu perkilogram.

“Ada sebagaian komoditas yang sudah alami kenaikan, dan itu masih dalam batas kewajaran. Namun yang harus diantisipasi itu jangan sampai harga tinggi sembako tidak ada, itu yang bahaya dan patut di antisipasi,” tegasnya

Lanjut Faisal, bukan hanya bapokting saja yang harus dijaga ketersediaanya, melainkan kebutuhan masyarakat lainya, salah satunya gas elpiji berbagai ukuran yang harus bisa mencukupi disaat Idul Fitri nanti.

“Momen lebaran tingkat konsumtif masyarakat itu meningkat hinga bisa mencapai dua kali lipat. Makanya, pemerintah harus mampu menyiapkan stok yang banyak segala yang dibutuhkan (Sembako) oleh masyarakat,” bebernya

Faisal meyakini jika pemerintah daerah dan dinas terkait sudah melakukan berbagi antisipasi dalam menjaga ketersediaan, baik itu sembako termasuk gas elpiji. Karena selama ini di Kota Sukabumi tidak pernah alami gejolak mengenai smebako ataupun sejenisnya.

“Saya percaya Pemda dan Dikumindag sudah melakukan langkah-langkah untuk menjaga ketersediaan pangan dan lainya,” pungkasnya. (cr1/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.