SUKABUMI – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, menggandeng PT Siam Cement Group (SCG) dalam melakukan pengolahan sampah menjadi Refused Driver Ful (RDF), Rabu (22/8).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Asep Irawan mengatakan, kerjasama ini dilakukan dengan pola segitiga antara kementerian PUPR, DLH, dan juga PT SCG. “Kemudian nantinya pengolahan sampah ini bakal dijadikan bahan bakar untuk keperluan produksi PT SCG,” kata Asep kepada Radar Sukabumi, Kamis (22/8).
Menurutnya, dengan adanya kerjasama ini dapat menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pasalnya, dua tahun kedepan TPA tersebut tidak bisa menampung sampah lagi atau oper load. “Sebab itu, kami berupaya memutar strategi agar usia TPA dapat bertahan lebih lama. Salah satunya, dengan mengurangi sampah yang masuk TPA,” ujarnya.
Asep menerangkan, setelah kerjasama ini Kementerian PUPR akan memberikan bantuan anggaran untuk membangun fasilitas tempat pengolahan sampah. “Nantinya secara pengelolaan itu bakala dilakukan oleh kita dan pihak SCG, jadi dari kementerian hanya membantu dari segi anggarannya saja,” terangnya.
Menurutnya, dengan adanya RDF ini merupakan salah satu solusi untuk mengurangi volume sampah, karena di Kota Sukabumi krisis TPA. “Maka diperlukan berbagai upaya agar bisa mengatasi persoalan tersebut, karena memang saat ini kondisi Kota Sukabumi apabila membangun TPA yang baru keterbatasan dari segi anggaran,” cetusnya.
Asep mengulas, saat ini sampah dari masyarakat perharinya mencapai 180 ton sehingga perlu dipilah dan dipilih terlebih dulu sebelum sampah masuk TPA. “Jadi sampah dari masyarakat semuanya bisa ditampung di sini, dan juga sedikit-sedikit bisa mengurangi sampah yang ada di TPA,” tutupnya. (Bam)






