KOTA SUKABUMI

DLH Kota Sukabumi Klaim Kualitas Udara Kotsi Sangat Baik

×

DLH Kota Sukabumi Klaim Kualitas Udara Kotsi Sangat Baik

Sebarkan artikel ini
Lapang Merdeka kota Sukabumi
Suasana di Lapang Merdeka Kota Sukabumi

SUKABUMI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, menyebutkan kualitas udara hingga saat ini sangat baik. Terbukti, dari hasil pengujian udara ambien sistem passive sampler program Kementrerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang dilakukan pada Juli 2023 lalu Indeks Kualitas Udara (IKU) mencapai 83,64. Angka ini, menunjukan kualitas udara di Kota Moci masih sangat baik.

Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (P2KL) DLH Kota Sukabumi, Us Us B. Halian mengatakan, pengujian udara ini dilakukan setiap satu semester. Pada pengujian pertama pada tahun ini, dilakukan di empat lokasi yakni, Perum Taman Asri, Jalan Bhayangkara, Halaman PT Supra Natami dan Halaman Stasiun Kota Sukabumi.

Bank bjb Tandamata

“Alhamdulillah dari hasil pengujian yang dilakukan pada Juli kemarin hasilnya mencapai 83,64. Artinya, kualitas udara di Kota Sukabumi masih sangat baik,” kata Us Us kepada Radar Sukabumi, Rabu (23/8).

Us Us menjelaskan, kriteria IKU untuk Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) diantaranya, IKU 90 unggul, 82 sangat baik, 74 baik, 66 cukup, 58 kurang, 50 sangat kurang dan di bawah 50 waspada. “Nah, IKU di Kota Sukabumi saat ini masih diangka 83,64. Artinya kualitas udara masih sangat baik,” jelasnya.

Us Us menyebutkan, Kota Sukabumi bukan merupakan kota industri sehingga polusinya sangat rendah jika dibandingan dengan daerah luar kota. “Sebab itu, hasil pengujian pun menunjukan bahwa kulitasnya sangat baik, karena memang industri yang ada di Kota Sukabumi ini sangat minim,” bebernya.

Kendati demikian, sambung Us Us, DLH tidak hentinya melakukan sosialisasi maupun himbauan kepada setiap perusahaan yang menggunakan cerobong asap agar cerobongnya di tinggikan.

“Kami terus berupaya mengingatkan perusahaan yang menggunakan cerobong asap agar cerobongnya ditinggikan. Alhamdulillah sampai saat ini masih terkendali,” bebernya.

Bukan hanya itu, DLH juga secara rutin melakukan pengunian baku mutu air yang ada di 15 sungai. Yaitu, Sungai Cisarua, Citamiang, Cipanengah, Cisaray, Cisuda, Cimandiri, Cipada, Ciwalung, Cibadung, Cimeuncreung, Cipelang Leutik, Cigunung Cipelang, Ciseureuh dan Cijambe.

Hasilnya, baku mutu 14 sungai mengalami cemaran ringan dan hanya satu sungai memenuhi baku mutu. “Ya, 14 sungai ini mengalami cemaran ringan namun masih dapat digunakan untuk mandi, mencuci dan lainnya,” bebennya.

Adapun, Us Us menerangkan, cemaran sungai ini mayoritas disebabkan sampah rumah tangga seperti, sampah pempers, kasur bekas dan sampah rumah tangga lainnya. “Sebab itu kami menghimbau agar warga tidak membuang sampah ke sungai karena selain menyebabkan pencemaran juga dapat mengakibatkan banjir,” tukasnya. (bam)