Data DLH menunjukkan, dari total 190,32 ton sampah per hari yang masuk ke TPA Cikundul, 38 persen berasal dari rumah tangga, 19 persen dari pusat perniagaan, 17 persen dari fasilitas publik, 14 persen dari pasar tradisional, dan sisanya dari perkantoran. Sampah organik menjadi prioritas utama karena mendominasi timbulan harian.
Dengan strategi pengurangan dari hulu, DLH berharap beban TPA Cikundul dapat ditekan sekaligus membangun kesadaran kolektif bahwa persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama. “Partisipasi masyarakat menjadi kunci agar sampah organik bisa dikelola langsung di sumbernya,” tandas Reni.(bam/d)






