SUKABUMI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi menegaskan strategi pengurangan sampah dari hulu sebagai fokus utama dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) tahun 2027. Langkah ini diambil menyusul tingginya volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikundul, yang kini mencapai 190,32 ton per hari.
Kepala DLH Kota Sukabumi, Reni Rosyida Muthmainnah, menekankan bahwa persoalan sampah tidak bisa lagi hanya ditangani di hilir. Penanganan harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga, pasar, pusat perniagaan, hingga pelaku usaha. “Semua dimulai dari hulu. Itu yang akan kita kejar melalui rekomendasi maupun edukasi. Kami terus dorong masyarakat untuk memilah dan memilih sampah,” ujar Reni dalam Forum Perangkat Daerah DLH di Kantor Kecamatan Citamiang, Rabu (11/2).
Sebagai langkah konkret, DLH telah merevitalisasi Bank Sampah Induk Kota Sukabumi dan menjalin kerja sama dengan PT Semen Jawa dalam pengelolaan sampah. Pada 2027, DLH juga merencanakan optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), penataan TPA Cikundul, penguatan Program Kampung Iklim, serta peningkatan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaku usaha.






