Akan tetapi, pihaknya akan berusaha mengambil jalan tengah mengenai perbaikan di 11 titik tersebut. “Insya Allah kita akan maksimalkan perbaikan di bulan ini.
Namun sebelumnya kita akan bertanya dulu mengenai aplikasi Bagian Pengadaan Barang/Jasa (BPBJ) Kota Sukabumi karena harus masuk Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP) dulu bagi penyedianya,” ujar Yoni.
Yoni menjelaskan, keadaan sekarang berbeda dengan dulu yang bisa dilakukan secara manual oleh Dinas PU jika ada pengajuan perbaikan. Namun, kini harus melalui penyedia yang wajib terdaftar di aplikasi SIKaP tersebut.
“Peraturan Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) berlaku per 1 Januari 2019. Kami belum memahami betul aturan di aplikasi SIKap itu. Kalau dulu secara manual kita melakukan perbaikan,” kata Yoni.
Pada kesempatan berbeda, Ketua RT 3 RW 8, Uja Suhendra (60) mengeluhkan kondisi jalan penghubung tiga kampung yakni Kampung Pasir Ipis, Kampung Subang dan Kampung Ciaul Pasir Kelurahan Subangjaya Kecamatan Cikole ambruk akibat diterjang luapan aliran irigasi, beberapa bulan lalu.
“Kejadianya sejak awal Desember tahun lalu. Itu akibat tanggul bambu atau akar bambu yang besar lalu roboh hingga menyumbat saluran air.Mengakibatkan jalan penghubung antar kampung runtuh karena luapan air tersebut,” bebernya.
Diketahui Uja, info yang didapat sebelumnya akan ada perbaikan pada Februari. Akan tetapi, hingga kini belum ada perbaikan yang dilakukan pemerintah, maka Uja dan warga lain berinisiatif membuat jembatan bambu karena bukan saja sebagai sarana penghubung antar kampung, namun jalan tersebut merupakan akses utama menuju Tempat Pemakaman Umum.
(cr5/t)




