SUKABUMI— Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sukabumi terus berupaya menggenjot program identitas kependudukan digital untuk kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Baru-baru ini, Disdukcapil Kota Sukabumi melakukan pendataan dan sosialisasi kepada sekitar 60 ASN yang bertugas di RSUD R Syamsudin SH.
Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Sukabumi, Ade Rosmana mengatakan, program identitas kependudukan digital sudah menyusur ke beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Harapannya, pada akhir tahun ini, seuluruh ASN yang berada di lingkungan Kota Sukabumi sudah terintegrasi dengan program identitas kependudukan digital.
“Ini bentuknya aplikasi dan bisa diakses melalui smartphone. Nantinya, pada identitas digital tersebut kita bisa melihat data, seperti KTP, Kartu Keluarga, NPWP, vaksinasi covid dan data lainnya,” terang Ade.
Disinggung soal rawannya pencurian data, Ade mengaku, program tersebut memiliki keamanan yang cukup baik, di mana para pemegang identitas digital ini akan mendapatkan password dan akun yang hanya diketahui pemiliknya. “Jadi setiap membuka aplikasi akan diminta memasukan password dan akun,” akunya.
Menurut Ade, aplikasi digital ini merupakan bentukan terbaru yang diharapkan dapat meminimalisir penggunaan anggaran, sebab sudah tidak menggunakan lagi blanko. “Untuk di masyarakat kita belum tahu dan ssaat ini kita sedang menunggu arahan dirjen dulu,” imbuhnya.
Sementara itu diberitakan sebelumnya, Kepala Disdukcapil Kota Sukabumi, Kardina Karsoedi mengatakan, identitas digital ini dapat diakses melalui gadget.
“Keuntungan dari program identitas digital ini tentunya tidak pernah rusak. Karena, kalau di blangko itu bisa rusak dan hilang tetapi kalau digital bisa diakses kapan saja tanpa takut akang rusak serta hilang,” kata Kardina, belum lama ini.
Lanjut Kardina, saat ini para pegawai Disdukcapil Kota Sukabumi sudah mengantongi identitas digital serta program tersebut terlebih dulu bakal menyasar para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi.
Setelah selesai ASN Pemkot Sukabumi, Disdukcapil baru akan mensosialisasikannya kepada mahasiswa, agar nantinya bisa ikut membantu Disdukcapil kembali mensosialisasikan kepada masyarakat.
“Nah setelah mahasiswa, baru nanti ke masyarakat. Kami berupaya mendahulukan yang memang bisa dikoordinasi dengan cepat. Nanti aplikasinya di download, kemudian diverifikasi, jadi tetep harus datang kesini,” bebernya.
Dengan adanya program identitas digital ini, Kardina meminta masyarakat bisa menyambut dengan baik dan memohon pengertian karena proses verifikasi harus datang ke kantor Disdukcapil Kota Sukabumi.
“Jadi nanti identitas digital ini akan diverifikasi, jadi tetep harus datang kesini. Jika masyarakat yang memang nanti banyak yang datang dimohon pengertiannya, karena kan perlu diverifikasi satu per satu,” pungkasnya. (cr3/t)






