Dikira Corona, Dua Polantas Sukabumi Evakuasi Pemuda Pingsan

  • Whatsapp

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Seorang pemuda tiba-tiba pingsan usai turun dari angkutan umum di pertigaan Selakaso, Kelurahan Babakan Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi. Sontak saja kejadian ini membuat geger warga lantaran mengaitkan dengan virus corona.

Khawatir dugaan tersebut benar, warga sekitar pun tak berani mengevakuasi pria yang mengenakan baju bermotif warna-warni. Untunya, tak lama kemudian dua polisi dari Satlantas Polres Sukabumi Kota datang mengevakuasi korban. Mereka adalah Aipda Jajat Sudrajat dan Bripka Giovani Prahasta.

Bacaan Lainnya

Usut punya usut, pemuda yang tiba-tiba tergeletak usai terus dari angkot tersebut mengidap penyakit epilepsi. Saat ini, petugas medis Dokkes Polres Sukabumi Kota telah mengevakuasinya ke RS Hermima. Bahkan kabar terakhir pemuda tersebut sudah dibawa pulang oleh keluarganya.

Aipda Jajat Sudrajat mengatakan, aksi yang dilakukan oleh dirinya dan rekannya tersebut merupakan aksi kemanusiaan yang harus dilakukan oleh setiap anggota Polri di tengah pandemi Covid-19.

“Tadi saat kami berdua mengisi pos gatur di pertigaan Selakaso, kami melihat korban jatuh pingsan sesaat setelah turun dari angkutan umum” jelas Jajat, Kamis (16/4).

Di lokasi kejadian, Dede yang merupakan saksi mata awalnya hendak menolong pemuda tersebut. Namun warga lainya dan petugas melarangnya karena dikhawatirkan orang yang terpapar virus Covid-19.

“Saya awalnya mau nolongin, tapi warga melarang karena takut korona akhirnya, polisi yang menggunakan jas hujan mengevakuasinya,” tambahnya.

Sementara itu dihubungi terpisah menurut Juru Bicara Media Center Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kota Sukabumi Kota Sukabumi, Wahyu Handriana mengatakan, pasien yang tiba-tiba tergeletak tersebut dipastikan tidak terpapar virus Covid-19. Melainkan, memiliki riwayat penyakit epilepsi.

“Iya protap semua pasien seperti itu saat pandemi ini, tapi pasien itu mengidap epilepsi dan sudah kembali di bawa pulang oleh keluarganya,” tandasnya.(upi/rs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *