“Ini kan sudah terlihat jelas, petama alasan yang disampaikan itu yang menyampaikan oleh pimpinan lainnya, baru kali ini pimpinan KPK ketika ada praktik korupsi kemudian pimpinan lainnya seperti mengavokasi. Kita contohkan seperti beberapa kasus lainnya misalnya, baik itu kasus yang sudah diputus pengadilan atau upaya kriminalisasi sekalipun itu upaya kriminalisasi yang bicara advokatnya bukan pimpinan lainnya padahal diyakini oleh pegawai KPK dan pimpinan lainnya itu kriminalisasi dan saya yakin itu kriminalisasi,” terangnya.
Novel berharap kasus tersebut bisa diusut tuntas dan orang-orang yang berani mengkhianati kepentingan membela korupsi menghianati negara harus dihukum berat dan ini kejahatan yang sangat besar kalau kemudian kasus level menteri itu disebut di big fish Novel katakan Firli Bahuri adalah giant fish.
kemudian oleh dewas atau impinan lainnya jadi upaa2 dan segala macam itu tidak akan memperbaiki keadaan yang ada adalah jujur saja sampaikan apa adanya tegakan hukum secara profesional dan objektif tentu kita tidak ingin kpk kemudian menjadi bagian dari pelaku perbuatan korupsi kita berharap kpk betul-betul sesuai mandatnya bisa
memberantas korupsi yang efektif yang terbaik demi kepentingan negeri.
“Jadi ini tidak boleh diangap sepele dan tentunya praktik-praktik korupsi di KPK lainnya yang ada harus di usut tuntas oleh karena itu kesemptan ini masih ada semoga bisa memperbaikiKPK menjadi lebih kuat itu yang kita harapkan, ” pungkasnya. (wdy/d)






