“Kami menyayangkan pemerintah hanya mengambil gambar yang terpasang di bilbord nya saja tanpa membenahi kembali papanya yang mengancam baik para pedagang maupun pejalan kaki,” lirihnya.
Tak ayal, kondisi tersebut membuat para pedagang resah karena dikhawatirkan sewaktu-waktu dapat ambruk dan menimpa para pedang yang berada di bawah bilbord. Sebab, beberapa pedagang berada tepat di bawahnya.
“Kami sangat mengkhawatirkannya apalagi kondisi bilbort ini sudah menyandar ke salah satu ruko. Terlebih, sekarang musim hujan takutnya malah ambruk dan menimpa pedagang yang berada di bawahnya,” ujarnya.
Menurut dia, para pedagang terpaksa bertahan lokasi dagangnya karena tidak ada lagi lapak yang kosong di wilayah tersebut. Namun, ketika turun hujan dagangannya dibenahi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kalau turun hujan kami langsung membenahi dagangan karena takut malah roboh,” imbuhnya.
Hal senada dikatakan, pedagang Ilik (44) meminta, pemerintah bisa secepatnya membenahi bilbort hang terancam ambruk itu karena sangat membahayakan keselamatan.
“Kemarin semapat ada yang membuka dari dinas terkait melihat ke lokasi hanya membuka gambarnya saja. Padahal, papan bilbord dari besi inikan sangat membahayakan. Apalagi, sekarang sudah hampir lima hari masih belum juga diperbaiki,” pungkasnya.
(cr16/t)





