KOTA SUKABUMI

Dari Sukabumi untuk Indonesia: Ngoet Esport Unjuk Gigi di Ajang MLBB Nasional

×

Dari Sukabumi untuk Indonesia: Ngoet Esport Unjuk Gigi di Ajang MLBB Nasional

Sebarkan artikel ini
JUARA: Team Ngoet Esport, berhasil menjuarai kejuaraan Odeon Chinatown MLBB Tournament yang diselenggarakan di kawasan kuliner Odeon Chinatown, Komplek Ruko Danalaga Square, Jalan Pajagalan, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, belum lama ini
JUARA: Team Ngoet Esport, berhasil menjuarai kejuaraan Odeon Chinatown MLBB Tournament yang diselenggarakan di kawasan kuliner Odeon Chinatown, Komplek Ruko Danalaga Square, Jalan Pajagalan, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, belum lama ini

SUKABUMI – Team Ngoet Esport sukses menyapu bersih gelar juara dalam ajang Odeon Chinatown Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Tournament yang digelar di kawasan kuliner Odeon Chinatown, Komplek Ruko Danalaga Square, Jalan Pajagalan, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

Turnamen yang diikuti 175 peserta dari berbagai daerah di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan ini menjadi panggung unjuk kemampuan tim-tim esport lokal. Ngoet Esport, tim asal Kota Sukabumi, tampil gemilang dengan meraih posisi juara 1 dan 2 sekaligus. Sementara posisi ketiga diraih oleh Team Pegasus dari Kota Bandung.

Bank bjb Tandamata

Manajer Odeon Chinatown, Yudi Prasetya, mengatakan turnamen ini diikuti oleh 35 tim dari berbagai kota seperti Lampung, Riau, Kalimantan, Bandung, Bogor, Bekasi, Jakarta, dan Sukabumi sebagai tuan rumah.

“Tujuan kami menggelar turnamen ini adalah untuk menjaring bakat-bakat muda di dunia esport, sekaligus membuka jalan bagi mereka menuju level nasional. Kami ingin mencetak atlet esport profesional dari daerah,” ujar Yudi.

Ketua Team Ngoet Esport, Muhammad Nuur Fauzi (19), yang akrab disapa Faaz, mengaku bangga atas pencapaian timnya. Ia menilai turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperluas jaringan dan mengasah kemampuan.

“Lewat esport, kami bisa mengembangkan skill, menjalin pertemanan, bahkan mendapatkan penghasilan sendiri. Ini jadi bukti bahwa main game bisa jadi profesi yang menjanjikan,” ujar Faaz.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan orang tua terhadap anak-anak yang menekuni dunia esport. Menurutnya, masih banyak stigma negatif terhadap game, padahal esport kini telah diakui sebagai cabang olahraga resmi, termasuk di ajang Asian Games 2026 mendatang.