SUKABUMI – Di balik gemericik air panas yang mengalir di PAP Cikundul, tersimpan harapan besar: menjadikan kawasan ini bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga pusat agrowisata terpadu yang menyatukan Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Langkah itu mulai nyata ketika Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi duduk bersama Dinas Tata Ruang Kabupaten Sukabumi. Pertemuan lintas wilayah ini bukan sekadar koordinasi, melainkan upaya menyatukan visi agar pembangunan kawasan tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Pembangunan kawasan PAP Cikundul ini tidak bisa berjalan sendiri. Perlu kesepahaman tata ruang antara kota dan kabupaten agar pengembangannya terarah,” ujar Frendy Yuwono, Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kota Sukabumi.
Konsep yang digagas pun menarik: bukan hanya pemandian air panas, tetapi agrowisata yang tetap mempertahankan lahan pertanian eksisting. Sawah dan kebun yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga akan menjadi bagian dari daya tarik wisata. Dengan begitu, pengunjung tidak hanya menikmati relaksasi air panas, tetapi juga pengalaman menyatu dengan kehidupan agraris.
Lebih jauh, koordinasi ini membuka pintu kerja sama yang lebih luas. Infrastruktur, aksesibilitas, hingga layanan pendukung akan dirancang bersama agar manfaatnya terasa seimbang bagi masyarakat kota maupun kabupaten. “Harapannya, ini menjadi awal kerja sama yang lebih solid dalam perencanaan tata ruang bersama,” tambah Frendy.






