Diakuinya minat sekolah untuk menghadirkan petugas Sijempol semakin tinggi. Jika awalnya Disdukcapil yang menjadwalkan waktu ke sekolah, akhir-akhir ini justru sekolah yang meminta kehadiran petugas Sijempol. ” Jumlah pemohon pembuatan e-KTP mencapai ratusan setiap kunjungan,” ujarnya.
Selain itu, Disdukcapil juga meningkatan pelayanan administrasi kependudukan lainnya, seperti akte kelahiran, akte kematian. Hal ini untuk mencapai target tahunan masing-masing jenis layanan.
” Intinya dokumen kependudukan merupakan hak warga negara, termasuk setiap warga Kota Sukabumi. Kami punya target baik mingguan, bulanan maupun tahunan. Kapanpun warga butuh layanan, itu menjadi tannggungjawab kami untuk memenuhinya,” bebernya.
Dijelaskan Iskandar, target 100 persen untuk kepemilikan adminsitrasi kependudukan setiap tahun harus bisa tercapai. Walaupun dalam perjalanannya ada kendala, seperti masih kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya administrasi kependudukan.
Kesulitan antara lain untuk akte kematian, karena sifatnya laporan. ” Kami tidak bisa memaksakan dan tidak bisa mengeluarkan surat kematian kalau tidak ada laporan dari masyarakat,” pungkasnya.
(bal/d)





