Astuti menambahkan, program LHB merupakan kolaborasi lintas sektor antara Polri, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, dan pesantren. “Kami ingin para peserta menemukan kembali arah hidup yang benar. Ini adalah bentuk nyata dari pendekatan humanis dalam penanganan kenakalan remaja,” tegasnya.
Setelah menyelesaikan program, para pelajar diharapkan mampu menjauhi perilaku menyimpang dan menjadi teladan bagi teman sebayanya. “Kami ingin menunjukkan bahwa penanganan tawuran tidak selalu harus dengan hukuman. Pendidikan dan pembinaan bisa menjadi jalan pemulihan yang lebih bermakna,” pungkas Astuti.(bam/d)






