Bisnis Terompet Semakin Lesu

  • Whatsapp
FOTO: Muhamad Arfan S for Radar Sukabumi JAJAKAN DAGANGAN: Salah seorang penjual terompet saat menjajakan barang dagangannya di malam pergantian tahun.

RADARSUKABUMI.com – SUKABUMI– Bisnis terompet pada pergantian tahun ini mengalami penurunan drastis. Terompet yang biasa jadi properti wajib saat merayakan pergantian tahun kini mulai ditinggalkan masyarakat. Suara terompet tidak begitu nyaring terdengar pada peryaan tahun baru di Kota Sukabumi.

“Orang sekarang udah jarang yang rayain tahun baru pake terompet. Ini tahun kedua yang saya rasa bisnis terompet makin menurun, gak sekenceng beberapa tahun lalu,” Ungkap salah seorang penjual terompet di Kawasan Otista, Yemi kepada Radar Sukabumi, belum lama ini.

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, minimnya pembeli membuat dirinya terpaksa membanting harga pasaran terompetnya. Hal itu terpaksa dilakukan untuk menghabiskan barang dagangannya.

“Ya terpaksa kita turunkan harganya. Tahun depan mungkin tidak akan berjualan terompet lagi. Waktu yang dihabiskan tidak sebanding dengan laba yang didapat jadi alasan utamanya kapok menjual terompet,” tambahnya.

Selain itu, hal senada juga diungkapkan pedagang terompet, Bayu. Ia mengaku dirinya yang sudah sepuluh tahun berjualan terompet, namun dua tahun ini bisnisnya tersebut mengalami penurunan omzet.

Beberapa tahun lalu, saat malam pergantian tahun, kiosnya yang berada di Tipar selalu ramai. “Biasanya saya dapet pasokan terompet dari Cirebon, saya jual lagi. Di tahun baru ini lumayan sepi, selain hujan juga ada himbauan juga kayanya yang bikin sepi,” aku Bayu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *