“Kotak amal ini diberikan ke mereka, supaya diisi setiap harinya sesuai kemampuannya,”terangnya.
Misalnya, penghasilan mereja Rp 10 ribu per hari, maka mereka isi Rp 500 atau Rp 1000.
Kotak amal tersebut dipantau oleh amil setiap tiga bulan sekali, sekaligus sebagai pendampingan terhadap usaha yang mereka jalankan.
“Setelah satu tahun, jika kotak amal mereka bisa terisi lebih dari bantuan terhadap mereka, maka pihak Baznas akan mengembalikannya kepada mustahik tersebut,”tuturnya.
Sehingga terus para mustahik produktif bisa meningkat.
“Ya mudah-mudahan dengan seperti itu mereka bisa meningkat menjadi yang bisa mengeluarkan infak,” harapnya.(Cr17/t)





