Batal Melanjutkan Perhelatan Calon Ketua KNPI, Sayyid Agil: Realistis

SUKABUMI- Bakal Calon (Balon) Ketua DPD KNIP Kota Sukabumi, Sayyid Agil mengundurkan diri dari perhelatan pemilihan Ketua DPD KNPI Kota Sukabumi periode 2021-2024. Sayyid Agil mengaku berpikir realistis dengan persyaratan yang belum dilengkapi sebagai syarat sebagai Calon Ketua DPD KNPI.

” Bedasarkan rasionalitas pemikiran saya, ketika memang saya benar- benar maju, dan saya sudah sampaikan berkas , dan ada waktu untuk melengkapi berkas itu, tapi realistis saya tidak bisa mendapatkan dukungan, rekomendasi dari PK KNPI dan OKP. Tidak mungkin untuk maju, ” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Sehingga secara persyaratan yang belum terpenuhi itu kata Sayyid membuat dirinya tidak optimis untuk maju. Meskipun nanti ketetapan persyaratan itu ada ditangan Steering Committee ( SC) atau panitia.

” Memang SC pun sudah mengingatkan saya dengan kekurangan berkas persayaratan, tapi memang kenyataannya adanya segitu. Kalau pun SC tidak menjadikan dirinya sebagai bakal calon. Ya realistis saja,” ungkapnya.

Dirinya mengakui tidak mempunyai keyakinan untuk maju, persyaratan dari OKP dan PK KNPI belum dikantonginya sampai saat ini. Bahkan hari ini dukungan OKP sudah terpecah menjadi dua kubu.

” Jadi saya bukan pesimis tapi realistis, saya sudah maskimal mendapatkan rekomendasi 2 PK, dan sejumlah OKP tapi tidak tercapai semua,” tandasnya.

Sayyid Agil berharap demokrasi pemuda kedepan bisa jauh lebih terbuka. Tidak dilihat dari satu golongan atau latar belakang yang mempunyai jabatan. Melainkan ide dan gagasan dalam merubah pemuda di Kota Sukabumi jauh lebih baik.

” Bukan atas dasar apapun, saya berharap demkorasi kedepan bisa jauh lebih baik lagi,” katanya.

Siapapun yang menang dalam kontenstasi pemilihan Ketua DPD KNPI Kota Sukabumi bisa merubah menjadi lebih baik lagi.
Dengan begitu ada dua bakal calon yang akan melaju terjun di Musda KNPI 2021 ini yakni, Nurul Jaman Hadi dan Gilang Gusmana. (bal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.