“Disini banyak sekali yang suka pura-pura menjadi pengemis yang cacat fisik, saya bersama suami suka memberi arahan bahwa kerjaan itu masih banyak biasanya kalau dikasih arahan gitu suka pada ngelak katanya lebih untung bekerja menjadi pengemis,”terangnya.
Setiap tahun pendiri yayasan tersebut selalu mencari dana dan bantuan untuk para penyandang masalah sosial. Untuk saat ini bantuan dari masyarakat Sukabumi selalu saja mengalir untuk yayasan tersebut. Dengan adanya yayasan tersebut membuat para penyandang masalah sosial merasa terbantu untuk kehidupan sehari-hari hingga masa depan.
“Pada hari-hari tertentu seperti Idul fitri atau Idul Adha suka ada banyak yang ngasih santunan seperti sembako atau di hari tertentu suka ada yang ngasih beras raskin tapi saya suka rada kesal dengan orang yang tidak jujur ada aja suka yang ngambil berasnya 2x,” Katanya.
Tidak hanya yayasan Mimin bersama suami mendirikan sekolahan SD, SMP, SMA, dan PAUD yang dikhususkan untuk anak-anak yang memliki penyandang masalah sosial. Sekolah tersebut sama sekali tidak dipungut biaya.
“Dipinggir kan ada tanah kosong saya terpikir mendirikan sekolah, gurunya pun kami berdua dulu di depan suka banyak anak-anak sekolah tapi untuk saat ini karena kami sudah berumur jadi sekarang hanya terdapat PAUD, saya juga suka kasihan sama anak-anak tapi gimana sekarang pak Raskum juga pendengaran nya sudah kurang dan kalau ngomong harus besar sekarang saya saja yang mengajar tetapi mengajar paud,”jelasnya.
Kedepan Mimin berharap kepada pemerintah untuk merenovasi yayasan yang diberi amanah tersebut agar yayasan itu dibuat sendiri dan tidak dicampuri oleh rumah-rumah rakyat yang ada berada dekat dengan yayasan tersebut.



