SUKABUMI — Selama dua hari, dua unit rumah warga Kota Sukabumi hangus dilumat si jago merah. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp180 juta.
Dari informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, pada Sabtu (1/2) kebakaran terjadi di rumah milik Iyam warga Kampung Babakan Baru RT3/7 Kelurahan/Kecamatan Citamiang dengan kerugian sebesar Rp70 juta.
Sementara, pada Minggu (2/2) rumah milik Surahman warga Jalan Sikib Cijangjar RT3/RW10 Kelurahan Nanggelng Kecamatan Citamiang juga mengalami nasib serupa dengan nilai kerugian mencapai Rp110 juta.
“Isiden terjadi pertama pada Sabtu sekitar pukul 15.00 WIB, api pertama kali diketahui warga sekitar dengan kondisi sudah membesar di lantai dua. Sontak, hal itu membuat warga panik dan langsung berupaya memadamkan menggunakan peralatan seadanya. Setelah kami menerima laporan langsung menerjunkan petugas dan tiga unit mobil pemadam kebakaran” ungkap Kabid Damkar dan Penyelamatan Damkar Kota Sukabumi, Ujang Rustiandi kepada wartawan, belum lama ini.
Diduga, penyebab kebakaran tersebut akibat adanya korsleting listrik sehingga menimbulkan percikan api hingga terjadi kebakaran. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun total nilai kerugian dari dua kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp180 juta.
“Alhamdulillah tidak ada koban jiwa hanya saja, pemilik rumah Bu Iyam mengalami syok hingga langsung dilakukan evakuasi di rumah warga sekitar,” bebernya.
Tak dipungkiri, sambung Ujang, penyebab kebakaran mayoritas akibat adanya korsleting listrik. Sebab itu, warga perlu mengecek dan memastikan semua instalasi listrik di rumah dalam kondisi baik. Hal itu, demi menjaga hal yang tidak diinginkan. “Memang penyeban kebakaran pada tahun kemarin saja masih didominasi korsleting listrik,” imbuhnya.
Sebab itu, sambung Ujang, Damkar tidak hentinya meminta agar masyarakat lebih waspada dengan potensi kebakaran di rumahnya masing-masing. “Jika hendak keluar rumah warga harus memastikan dulu rumahnya dalam kondisi aman,” pungkasnya. (Bam)






