SUKABUMI – Sungai Cisuda menjadi saksi semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjawab tantangan krisis lingkungan. Kementerian Lingkungan Hidup bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi menggelar Aksi Bersih Sampah Nasional, Jumat (24/10), sebagai bagian dari gerakan revolusi mental peduli lingkungan.
Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkuler Kementerian Lingkungan Hidup, Agus Rully, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar simbolik, melainkan gerakan kolektif untuk membangun budaya bersih dan sehat.
“Gerakan ini menjadi pengingat bahwa perilaku bersih harus menjadi identitas bangsa. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab setiap individu,” ujar Agus kepada wartawan.
Agus juga menyoroti kondisi darurat sampah nasional. Berdasarkan data SIPSN (Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional) tahun 2023, terdapat 34,5 juta ton sampah yang belum terkelola, dan 22,1 juta ton di antaranya mencemari pantai serta sungai.
“Angka ini menunjukkan bahwa kita sudah masuk fase darurat sampah. Kesadaran menjaga lingkungan tidak bisa lagi ditunda,” tegasnya.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, turut hadir dan menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari akar permasalahan, yakni di tingkat RW. Menurutnya, pendekatan dari lingkungan terkecil akan berdampak besar terhadap volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).




