SUKABUMI – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, mulai mengarahkan seluruh perangkat daerah untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pelayanan publik berbasis digital. Kebijakan ini, merupakan instruksi langsung Wali Kota Sukabumi sebagai bagian dari upaya transformasi birokrasi menuju sistem yang lebih modern dan efisien.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi, Tantan Sontani mengatakan, penerapan AI di lingkungan Pemkot sejatinya sudah masuk dalam perencanaan strategis tingkat kota. “Memang sesuai instruksi Pak Wali Kota, diharapkan semua SKPD bisa memanfaatkan AI dalam berbagai bentuk pelayanan publik,” kata Tantan kepada Radar Sukabumi, Selasa (20/1).
Namun demikian, Tantan mengakui implementasi teknologi tersebut belum bisa dilakukan secara menyeluruh dalam waktu dekat. Faktor keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi menjadi kendala utama yang membuat penerapan AI harus dilakukan secara bertahap. “Pelaksanaannya tentu membutuhkan biaya yang memadai. Tahun ini, karena adanya efisiensi anggaran, kemungkinan pelaksanaannya tertunda. Meski begitu, ini sudah menjadi pembahasan serius dalam perencanaan di tingkat kota,” jelasnya.
Menurut Tantan, kehadiran AI di sektor pelayanan publik diharapkan mampu memangkas proses birokrasi yang selama ini dinilai lamban dan masih konvensional. AI diyakini dapat mempercepat layanan, meningkatkan akurasi, serta mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada. “Pemanfaatan AI diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat pelayanan, sekaligus meminimalisir kebutuhan SDM. Meski begitu, kualitas SDM tetap harus ditingkatkan, terutama dalam pemahaman dan penguasaan teknologi AI,” ucapnya.
Lebih lanjut, Diskominfo menilai teknologi AI merupakan kunci penting dalam mendorong transformasi birokrasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah berharap, ketika anggaran memungkinkan, AI dapat segera diimplementasikan secara konkret dalam berbagai layanan publik digital di Kota Sukabumi. “Harapannya, AI bisa menjadi solusi atas kelambatan layanan konvensional dan mendorong pelayanan publik yang lebih modern, efisien, dan responsif,” pungkasnya. (Bam)






