KOTA SUKABUMI

Ada Monopoli di KONI? *Rapat RAT KONI Nyaris Ricuh

×

Ada Monopoli di KONI? *Rapat RAT KONI Nyaris Ricuh

Sebarkan artikel ini

Ketua harian PGSI Kota Sukabumi, Roni Abdurrahman mengultimatum hasil RAT tersebut. Apalagi, dirinya bersama Cabor lain, tidak akan mengirimkan atletnya pada Porda 2018 yang diselenggarakan Oktober mendatang. “Kalau cabor yang biasa menyumbangkan medali dan ketua yang biasa membina tidak memberangkatkan ke Porda, apa yang akan dicapai? mau beli?. Disini aja seperti ini,” timpal Roni.

Menanggapi hal itu, Ketua Organization Commitee (OC) RAT KONI Kota Sukabumi, Hedi Suhaedi berkilah tidak ada yang Walk Out dari penyelenggaraan sidang RAT. Nuansa RAT kali ini sambung Hedi, berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebab, RAT kali ini sekaligus melaksanakan Musyawarah Kota (Muskot) kepengurusan KONI atau pemilihan ketua.

Bank bjb Tandamata

Hal ini lantaran mendesak akan menghadapi Porda 2018 sebagai langkah untuk mencapai obsesi 10 besar. Nampaknya ini tidak ada Komunikasi antara ketua Pemkot dengan pengurus yang lainnya,sehingga terjadi kesalah pahaman. “Mungkin bisa saja karena keterlambatan komunikasi,” kilahnya.

Dia mengaku, dalam RAT ini, merekomendasikan untuk melakukan Muskot dan terpilih Tatang Komara sebagai ketua KONI yang baru. “Sekarang pengurus tinggal ketua pak Tatang Komara. Yang lain sudah demisioner, tinggal pembentukan pengurus yang baru,”pungkasnya.

 

(why/cr17/e)